Literasi atau kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kemampuan literasi yang baik, seseorang akan kesulitan dalam belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Sayangnya, masih banyak masyarakat di Indonesia yang memiliki tingkat literasi rendah. Oleh karena itu, peran semua pihak dibutuhkan untuk membantu meningkatkan literasi, termasuk mahasiswa.
Mahasiswa adalah generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Mereka punya akses ke ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai informasi yang luas. Dengan bekal itu, mahasiswa seharusnya bisa berperan aktif membantu masyarakat agar lebih melek literasi. Tidak hanya belajar di kampus, mahasiswa juga harus turun langsung ke masyarakat, terutama ke daerah-daerah yang minim fasilitas pendidikan.
Data dari PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 70 negara dalam hal kemampuan membaca. Ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terbiasa membaca dan memahami informasi dengan baik. Di sinilah mahasiswa bisa ikut ambil bagian untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut.
Mahasiswa bisa memulai dengan hal sederhana, seperti mengadakan kegiatan baca bersama anak-anak, mendirikan taman bacaan, atau menjadi relawan di tempat-tempat yang membutuhkan. Mereka juga bisa membuat pelatihan menulis atau bercerita bagi pelajar di sekolah-sekolah. Semua kegiatan ini bisa membantu meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat secara langsung.
Contoh nyata peran mahasiswa bisa dilihat dari program "Kampus Mengajar" yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan. Program ini mengirim mahasiswa ke sekolah-sekolah di daerah terpencil untuk membantu proses belajar-mengajar. Tidak sedikit mahasiswa yang juga membuat sudut baca, lomba menulis, atau kegiatan menarik lainnya yang mendorong anak-anak untuk rajin membaca dan belajar.
Tentu saja, mahasiswa tidak harus menunggu program pemerintah untuk bisa berkontribusi. Mereka bisa memulai dari lingkungan terdekat. Misalnya, mahasiswa yang tinggal di kos-kosan bisa mengajar anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Mahasiswa yang aktif di organisasi kampus bisa mengadakan kegiatan literasi sebagai bagian dari program kerja mereka. Dengan cara ini, mahasiswa bisa membangun kebiasaan baik di tengah masyarakat.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Mahasiswa jurusan pendidikan bisa mengajar membaca, mahasiswa komunikasi bisa membuat kampanye literasi di media sosial, mahasiswa teknik bisa membuat aplikasi belajar, dan sebagainya. Setiap mahasiswa punya keahlian yang berbeda dan bisa digunakan untuk membantu masyarakat sesuai kemampuannya.
Namun, kenyataannya masih banyak mahasiswa yang belum sadar pentingnya ikut terlibat dalam meningkatkan literasi masyarakat. Banyak dari mereka hanya fokus kuliah dan mengejar nilai, tanpa berpikir bagaimana ilmunya bisa bermanfaat untuk orang lain. Padahal, salah satu tugas mahasiswa adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat.
Kampus juga perlu mendorong mahasiswa untuk aktif di kegiatan sosial. Misalnya, dengan memberikan penghargaan atau nilai tambahan bagi mahasiswa yang aktif di kegiatan literasi. Kampus juga bisa memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengabdian di desa atau daerah lain yang membutuhkan bantuan.
Selain kegiatan langsung di lapangan, mahasiswa juga bisa memanfaatkan teknologi. Saat ini, hampir semua orang menggunakan media sosial. Mahasiswa bisa membuat konten menarik tentang pentingnya membaca, membuat ulasan buku, atau membagikan informasi bermanfaat dengan bahasa yang mudah dipahami. Ini juga termasuk dalam upaya meningkatkan literasi, karena menyebarkan informasi yang berguna adalah bagian dari literasi digital.
Jika mahasiswa konsisten melakukan kegiatan literasi, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Masyarakat akan terbiasa membaca, anak-anak akan lebih senang belajar, dan orang dewasa pun bisa lebih memahami informasi penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca petunjuk kesehatan, memahami berita, dan mengisi formulir dengan benar.
Kesimpulannya, mahasiswa punya peran besar dalam meningkatkan literasi masyarakat. Mereka bukan hanya pelajar, tapi juga agen perubahan yang bisa membawa dampak positif. Dengan ilmu yang dimiliki, mahasiswa bisa mengajak masyarakat untuk rajin membaca, belajar, dan memahami informasi dengan baik. Kalau setiap mahasiswa mau turun tangan, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih cerdas dan lebih maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar